Kupang, 26 Februari 2026 - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTT menggelar Konferensi Sinkronisasi Forum Anak di SMKN 6 Kupang pada tanggal 26 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, guru, orang tua, serta pengurus dan anggota Forum Anak. Konferensi ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan peran dan program Forum Anak dalam mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak di NTT.

Konferensi menghadirkan 4 (Empat) materi utama yang memperkaya perspektif peserta terkait penguatan partisipasi anak. Materi pertama disampaikan oleh Kepala Dinas DP3AP2KB Provinsi NTT, Ruth Diana Laiskodat, S.Si, Apt., M.M dengan tema “Strategi Pemerintah Provinsi NTT dalam Penguatan Partisipasi Forum Anak”. Dalam paparannya ditegaskan bahwa partisipasi anak merupakan bagian penting dari pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen memperkuat Forum Anak sebagai wadah resmi untuk menghimpun dan menyalurkan aspirasi anak dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan. “Forum Anak harus menjadi ruang yang aktif dan inklusif. Anak-anak perlu didorong untuk berani menyampaikan pendapat, serta dilibatkan dalam setiap proses pembangunan yang menyangkut kepentingan mereka,” tegas Kepala Dinas. Materi kedua disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Sekolah SMKN 2 Kupang, Yohanis Kelvin Lomi dengan tema “Peran Sekolah Sebagai Pendamping dalam Mendukung Hak Partisipasi Anak melalui Penguatan Forum Anak”. Sekolah dipandang sebagai ruang strategis untuk membentuk karakter, kepemimpinan, dan keberanian anak dalam menyampaikan aspirasi. Penguatan Forum Anak di sekolah menjadi bagian dari implementasi Sekolah Ramah Anak, yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada perlindungan dan partisipasi siswa. Materi ketiga disampaikan oleh Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Provinsi NTT, Anesta Nesimnasi dengan tema “Peran Forum Anak dalam Pembangunan Daerah untuk Mendorong Kabupaten/Kota Layak Anak”. Dalam sesi ini dijelaskan bahwa Forum Anak memiliki peran sebagai pelopor dan pelapor. Anak didorong untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, sekaligus berani melaporkan apabila terjadi pelanggaran hak anak, termasuk kekerasan dan eksploitasi. Penguatan Forum Anak menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak di seluruh wilayah NTT. Materi keempat disampaikan oleh Fasilitator Forum Anak NTT, Gregorio P. M. T. Deta, dengan tema “Mengenal Forum Anak dan Mendengar Suara Anak”. Pada sesi ini, peserta diajak memahami konsep dasar Forum Anak sebagai organisasi anak yang dibina pemerintah, serta pentingnya menyediakan ruang aman agar suara anak benar-benar didengar dan ditindaklanjuti. Anak-anak diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, pengalaman, dan harapan mereka terkait perlindungan dan partisipasi di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

Diskusi dalam konferensi juga menyoroti isu kekerasan terhadap anak dan perempuan, baik secara langsung maupun berbasis daring. Peserta sepakat bahwa perlu adanya sistem pelaporan yang sederhana, rahasia, dan mudah diakses, termasuk melalui kanal digital. Selain itu, pentingnya dukungan kesehatan mental, pemulihan trauma, serta kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah menjadi perhatian bersama.

Konferensi menghasilkan beberapa rekomendasi strategis, antara lain: menghimpun aspirasi anak untuk dipresentasikan pada peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli 2026, mendorong pembentukan dan penguatan Forum Anak di seluruh kabupaten/kota serta sekolah yang belum memiliki forum anak, mengembangkan mekanisme pelaporan kekerasan yang responsif dan ramah anak, melaksanakan sosialisasi rutin mengenai hak anak dan mekanisme perlindungan, melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Forum Anak di setiap wilayah, dan melalui konferensi ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, sekolah, dan Forum Anak dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

DP3AP2KB Provinsi NTT menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan dan program yang berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak. #bidangpha #ayobangunNTT #DP3AP2KBPROVNTT #jmjd

 

 

-