
Ngada, 13 Februari 2026 – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzia, melaksanakan rangkaian kunjungan kerja hari kedua di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (13/2). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal di daerah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Dusun Dona, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu untuk menemui keluarga almarhum Yohanes Sebastian Roja, siswa kelas IV SDN Rutojawa yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga serta memberikan dukungan moril dan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga korban.
Dalam dialog bersama keluarga, Menteri PPPA menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sistem perlindungan anak di tingkat desa agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan ke SDN Rutojawa, tempat almarhum menempuh pendidikan. Menteri PPPA bersama rombongan meninjau langsung ruang kelas serta kondisi lingkungan sekolah, termasuk area halaman belakang yang terdampak bencana tanah longsor. Melihat kondisi tersebut, Menteri PPPA mendokumentasikan lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar dapat ditindaklanjuti oleh kementerian terkait guna mendukung perbaikan fasilitas sekolah.
Dalam kegiatan tatap muka bersama para guru, orang tua, dan siswa di lapangan sekolah, Menteri PPPA mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Ia mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan kondisi emosional anak, menjaga komunikasi yang terbuka, serta memastikan anak merasa aman untuk bercerita apabila menghadapi permasalahan di lingkungan sekolah maupun pergaulan.
“Anak-anak perlu merasa didengar dan didampingi. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangat penting untuk menjaga kesehatan mental mereka,” pesan Menteri PPPA kepada para orang tua dan siswa.
Pada siang hari, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kampung Adat Bena di Desa Tiwuriwu untuk bertemu dengan kelompok perempuan penenun. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui penguatan usaha berbasis kearifan lokal. Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA berdialog dengan para penenun serta menyaksikan secara langsung proses pembuatan kain tenun ikat yang menggunakan pewarna alami.
Menariknya, Menteri PPPA juga berkesempatan mencoba secara langsung proses menenun yang dipandu oleh para ibu penenun di kampung adat tersebut. Interaksi ini menjadi simbol dukungan terhadap peran perempuan dalam menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan ekonomi produktif.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada malam hari dengan kunjungan ke Panti Asuhan Citra Nusantara dan Panti Asuhan Bhakti Luhur Bajawa. Dalam kunjungan tersebut, Menteri PPPA bersama rombongan meninjau fasilitas panti, berdialog dengan pengelola serta anak-anak yang tinggal di panti asuhan, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.
Sebagai bentuk perhatian dan dukungan, rombongan juga menyerahkan bantuan sembako kepada anak-anak panti asuhan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar anak-anak sekaligus menunjukkan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada mereka yang membutuhkan perhatian khusus.
Turut mendampingi dalam kegiatan ini antara lain Bupati Ngada Raymundus Bena, Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi NTT Ruth Diana Laiskodat, jajaran Kementerian PPPA, pimpinan perangkat daerah Kabupaten Ngada, serta unsur pemerintah kecamatan dan desa.
Melalui rangkaian kunjungan kerja ini, diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang perempuan dan anak. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendorong pemberdayaan perempuan melalui potensi lokal yang dimiliki masyarakat Kabupaten Ngada.
Kegiatan kunjungan kerja hari kedua Menteri PPPA RI di Kabupaten Ngada berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh antusiasme dari masyarakat setempat. Ayo Bangun NTT – Salam BERLIAN (Bersama Lindungi Anak)
A.B#dp3ap2kbprovinsintt #ayobangunntt #bidangpka
