
KUPANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan Rapat Koordinasi bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI serta jajaran Pemerintah Kabupaten terdampak bencana gempa bumi Flores pada Rabu (19/8/2026).
Rapat koordinasi ini digelar untuk memperkuat sinergi lintas instansi dalam memastikan respons cepat penanganan pascabencana serta kelangsungan layanan perlindungan perempuan dan anak di lokasi pengungsian.
Dalam forum tersebut, masing-masing pemerintah kabupaten terdampak menyampaikan laporan komprehensif mengenai kondisi riil di posko-posko penampungan. Beberapa isu krusial yang menjadi perhatian utama antara lain keterbatasan akses air bersih, ketersediaan bahan makanan dan susu untuk bayi serta anak-anak, hingga pemenuhan kebutuhan sanitasi dan kebutuhan spesifik lainnya bagi kelompok perempuan.
Menanggapi laporan tersebut, DP3AP2KB Prov. NTT bersama KPPPA bergerak cepat mengintervensi pemenuhan logistik khusus perempuan dan anak, penyediaan ruang ramah anak, serta penguatan pendampingan psikososial. Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat meminimalisasi dampak trauma dan menjaga kesehatan serta keselamatan warga terdampak selama periode pemulihan.
#DP3AP2KBNTT#PerlindunganPerempuandanAnak #StopKekerasanTerhadapPerempuandanAnak #AyobangunNTT

