Gempa bumi Flores berdampak pada aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah. Di tengah kondisi tanggap darurat, perhatian terhadap hak anak untuk tetap mendapatkan pendidikan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Gubernur NTT menegaskan agar kegiatan pendidikan mulai dipersiapkan untuk kembali berjalan secara terbatas, dengan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik sebagai prioritas utama. Untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB, konsolidasi dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. Sementara jenjang TK, PAUD, SD, dan SMP dikoordinasikan oleh dinas pendidikan kabupaten bersama kepala sekolah di wilayah masing-masing. Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di gedung sekolah. Dalam kondisi tertentu, sekolah lapangan, ruang belajar sementara, maupun tempat yang aman di sekitar lokasi pengungsian dapat menjadi alternatif. Lebih dari sekadar belajar, aktivitas pendidikan di tengah situasi bencana memiliki peran penting untuk membantu pemulihan trauma anak melalui kegiatan belajar dan bermain bersama, mengembalikan rutinitas agar anak tetap merasakan suasana aman dan normal dan mencegah risiko putus sekolah akibat terhentinya pembelajaran dalam waktu yang panjang. Karena dalam kondisi apa pun, pendidikan adalah hak setiap anak. Mari bersama memastikan anak-anak NTT tetap dapat belajar, bermain, bertumbuh, dan memiliki harapan, tanpa mengabaikan keselamatan. 

#gempaflores #ayobangunntt #indonesiaterang #generasiemas2045