KUPANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Nusa Tenggara Timur turut mendukung upaya peningkatan kualitas pengasuhan anak melalui partisipasi dalam kegiatan Pendampingan Peningkatan Kualitas Pengasuhan di Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang diselenggarakan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 10 Oktober 2026, bertempat di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Jalan S. K. Lerik, Kelapa Lima, Kota Kupang.

Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Pengasuh TPA dan Kader BKB: Mewujudkan Lingkungan Asuh Sayang Anak yang Aman, Sehat, dan Bebas Trauma”* tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas pengelola serta pengasuh Tempat Penitipan Anak (TPA) dalam memberikan layanan pengasuhan yang berkualitas bagi anak usia dini.

Dalam kegiatan ini, DP3AP2KB Provinsi NTT berpartisipasi dengan mengikutsertakan 2 orang pengelola dan 11 orang pengasuh TPA. Keikutsertaan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas sumber daya pengelola dan pengasuh dalam menciptakan lingkungan pengasuhan yang aman, sehat, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Pendampingan dalam program TAMASYA menekankan pentingnya sinergi antara pengelola TPA, pengasuh, kader Bina Keluarga Balita (BKB), dan keluarga dalam membangun pola pengasuhan yang positif dan responsif terhadap kebutuhan anak. Pengasuhan yang responsif merupakan pengasuhan yang mampu mengenali dan merespons kebutuhan fisik, emosional, sosial, serta perkembangan anak secara tepat dan penuh perhatian.

Selain pemenuhan kebutuhan dasar, lingkungan pengasuhan juga perlu memberikan rasa aman kepada anak serta memastikan anak terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan, perlakuan salah, penelantaran, maupun pengalaman yang dapat menimbulkan trauma. Dengan demikian, layanan pengasuhan di TPA diharapkan tidak hanya menjadi tempat penitipan anak, tetapi juga menjadi lingkungan yang mendukung proses tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Partisipasi DP3AP2KB Provinsi NTT dalam kegiatan ini sejalan dengan pelaksanaan tugas dalam mendukung pemenuhan hak anak dan perlindungan anak, khususnya hak anak untuk memperoleh pengasuhan yang layak, perlindungan dari kekerasan, serta lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembangnya sejak usia dini.

Penguatan kapasitas pengelola dan pengasuh menjadi bagian penting dalam memastikan layanan TPA mampu menerapkan prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan pendampingan diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan layanan pengasuhan sehari-hari, termasuk dalam membangun interaksi yang positif, memberikan stimulasi sesuai kebutuhan perkembangan anak, serta menciptakan suasana pengasuhan yang penuh kasih sayang.

Di sisi lain, kolaborasi antara TPA, keluarga, kader BKB, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya perlu terus diperkuat. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting untuk menciptakan ekosistem pengasuhan yang berkelanjutan dan memastikan anak mendapatkan dukungan yang optimal di lingkungan keluarga maupun lingkungan pengasuhan alternatif.

Melalui dukungan dan partisipasi dalam kegiatan TAMASYA, DP3AP2KB Provinsi NTT terus mendorong terwujudnya layanan pengasuhan yang berkualitas, aman, sehat, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak. Upaya tersebut diharapkan dapat berkontribusi pada terwujudnya anak-anak NTT yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang penuh kasih sayang serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan.

Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Keluarga Bahagia, NTT Sejahtera

#dp3ap2kbprovntt #pemprovntt #ayobangunntt