
Manggarai Barat, 10 September 2026 – Tim Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan pertemuan dengan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, di Rumah Jabatan Bupati Manggarai Barat, Kamis (10/9/2026).
Pertemuan tersebut dikoordinasikan oleh Sekretaris Dinas P3AP2KB Provinsi NTT, Endang Lerich, dalam rangka memperkuat koordinasi dan sinergi penanganan serta pemenuhan kebutuhan perempuan dan anak yang terdampak bencana di Kabupaten Manggarai Barat.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Manggarai Barat berbagi pengalaman saat turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak bencana. Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga bagaimana menghadirkan rasa aman, perhatian dan semangat bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
Salah satu pendekatan yang dilakukan Bupati saat mengunjungi lokasi bencana adalah melalui trauma healing sederhana dan interaksi langsung dengan anak-anak. Kegiatan dilakukan dengan cara mengajak anak-anak bermain, melakukan kuis-kuis sederhana, hingga bermain bola bersama. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kembali keceriaan anak-anak setelah mengalami situasi yang penuh tekanan akibat bencana. Kehadiran pemimpin dan para pendamping di tengah anak-anak diharapkan dapat memberikan rasa diperhatikan serta membantu mereka kembali beraktivitas dengan suasana yang lebih positif. Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap berupaya menjalankan aktivitas ekonomi, termasuk masyarakat yang kembali ke kebun setelah kondisi memungkinkan. Menurutnya, keberlanjutan aktivitas masyarakat menjadi bagian penting dalam membantu pemulihan kehidupan dan perekonomian setelah masa tanggap darurat. Dalam kunjungannya ke lapangan, Bupati juga menaruh perhatian pada masyarakat yang belum menerima bantuan karena sedang berada di kebun. Ia menekankan pentingnya menghargai masyarakat tersebut dan memastikan bantuan tetap diberikan. Bahkan, apabila masyarakat baru kembali pada malam hari, petugas diharapkan tetap menunggu agar bantuan dapat diterima oleh mereka yang memang membutuhkan. Selain pemenuhan kebutuhan dasar, pembahasan juga mencakup perhatian terhadap perempuan dan anak yang membutuhkan perlindungan khusus, termasuk dukungan bagi rumah aman bagi korban kekerasan seksual, pendampingan terhadap anak serta penguatan tanggung jawab orang tua dalam perlindungan anak. Perhatian juga diberikan kepada penyandang disabilitas dan kelompok rentan yang berada di tenda-tenda pengungsian, sehingga kebutuhan mereka tidak terlewatkan dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana.
Koordinasi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat diharapkan dapat memastikan layanan bagi perempuan, anak, penyandang disabilitas dan kelompok rentan tetap berjalan selama masa tanggap darurat maupun dalam proses pemulihan pascabencana. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Tim DP3AP2KB Provinsi NTT dijadwalkan turun langsung ke lokasi bencana di Desa Coal, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, pada Jumat, 11 September 2026. Kunjungan lapangan tersebut akan menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung kondisi masyarakat terdampak, mengidentifikasi kebutuhan perempuan dan anak, serta memperkuat layanan perlindungan dan dukungan psikososial di lokasi bencana. Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, penanganan bencana diharapkan tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga memastikan perempuan, anak, penyandang disabilitas dan kelompok rentan mendapatkan perlindungan, pendampingan dan perhatian yang layak hingga proses pemulihan berjalan dengan baik.
#TimReaksiCepat #gempaflores # #indonesiaterang #ayobangunntt
