Borong, 10 September 2026— Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama      Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) dan PMI Kabupaten Manggarai Timur melaksanakan kegiatan pendampingan bagi perempuan dan anak yang terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menyasar sejumlah titik pengungsian, salah satunya di Desa Rana Mbeling. Di wilayah tersebut terdapat sedikitnya 27 rumah yang mengalami kerusakan berat serta banyak kelompok perempuan dan anak yang menjadi penyintas gempa.
Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Manggarai Timur, Pranata Kristiani Agas, S.Farm,Apt. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DP3AP2KB Provinsi NTT yang telah hadir dan bersama-sama memperkuat upaya pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak terdampak bencana. “Secara pribadi dan mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur, saya mengucapkan terima kasih yang berlimpah kepada Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Dinas P3AP2KB, Ibu drg.Iien Adriany, M.Kes dan seluruh jajaran DP3AP2KB Provinsi NTT yang turut menguatkan dan membersamai kami dalam upaya memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak-anak di Manggarai Timur,” ungkapnya. Di Desa Rana Mbeling, kegiatan dipusatkan di posko pengungsian. Rangkaian kegiatan diawali dengan perkenalan seluruh tim, dilanjutkan dengan kegiatan untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi para penyintas gempa.
Tim kemudian memberikan sosialisasi mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya kekerasan berbasis gender (KBG) di lokasi pengungsian. Kegiatan tersebut juga mencakup trauma healing bagi kelompok perempuan dan anak serta pendataan identitas untuk memastikan pemenuhan hak anak atas dokumen kependudukan.
Pendataan tersebut dinilai penting mengingat bencana berpotensi menyebabkan hilangnya dokumen kependudukan masyarakat. Data yang telah dihimpun selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Manggarai Timur untuk mendukung pemenuhan dokumen identitas bagi perempuan dan anak di lokasi pengungsian.
Selain itu, tim juga memberikan edukasi dan simulasi sederhana mengenai cara menyelamatkan diri ketika terjadi gempa. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana, terutama bagi kelompok perempuan dan anak yang dinilai membutuhkan perhatian khusus.
Kegiatan serupa selanjutnya dilaksanakan di wilayah Desa Satar Kunda Barat dan Dusun Nalirang dengan sasaran sekitar 100 perempuan dan 100 anak.
Selain kegiatan perlindungan dan pendampingan, P2KBP3A Manggarai Timur juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan kelompok rentan, khususnya ibu hamil dan balita stunting. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur berharap kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dapat terus diperkuat sehingga kebutuhan dan perlindungan terhadap perempuan serta anak penyintas bencana dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

#TimReaksiCepat #gempaflores # #indonesiaterang #ayobangunntt